Filed under: Uncategorized
UBS Prediksi IHSG Hingga Akhir 2008 Capai 3.050
03/03/2008 15:15:51 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com PT UBS Securities Indonesia (UBS) memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir 2008 mencapai level 3.050 walaupun pasar global sangat fluktuatif. “Tren kenaikan IHSG didorong sektor pertambangan dan perkebunan yang menjadi primadona pelaku pasar tahun ini,” kata Head Research UBS Securities Indonesia Joshua Tanja, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin. Selain itu turunnya tarif interkoneksi para pelaku operator telekomunikasi akan mendorong harga saham sektor telekomunikasi. Dengan turunnya tarif interkoneksi justru akan mendorong naiknya volume pemakaian telepon akan meningkat dan hal tersebut akan menyehatkan sektor telekomunikasi. Joshua juga menyebutkan saham sektor konstruksi dan beberapa saham properti tertentu juga akan menyokong laju IHSG. “Laporan penjualan semen Januari yang naik dan diperkirakan hingga akhir 2008 akan menjadi indikasi bagusnya sektor properti,” tambahnya. Kenaikan IHSG ini juga didorong optimisme analis UBS ini terhadap perkiraan pertumbuhan perekonomian Indonesia minimal sebesar 5,8% pada 2008. “Kombinasi dari tingkat konsumsi dalam negeri yang kuat, tingginya harga berbagai komoditas, berbagai infrastruktur besar, tingkat inflasi yang sehat serta tingkat suku bunga yang stabil akan mendorong pertumbuhan perekonomian minimal 5,8%,” tegasnya. Walaupun perekonomian global yang tidak menentu akibat krisis subprime mortgage di AS, namun Joshua tetap optimistis akan pertumbuhan perekonomian Indonesia dan pasar saham Indonesia masih tetap menarik. Sementara Presiden Direktur dan Head of Indonesia Equities UBS Sarah-Jane WAGG, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, pasar Indonesia masih menarik bagi investor asing. “Pertumbuhan Indonesia dapat dengan jelas dilihat dari semakin meningkatnya kapitalisasi, volume perdagangan harian di BEI, yang saat ini telah mencapai setengah miliar dolar AS. Jumlah ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tempat tujuan investasi bagi para investor global,” kata Sarah-Jane. Untuk itu UBS kembali mengadakan Konferensi Indonesia yang mempertemukan 70 perusahaan Indonesia (publik dan non publik) dengan 150 investor institusional dari Australia, Eropa dan AS. (ant/gor)
Filed under: Uncategorized
Selasa, 10/02/2009 14:39 WIB
Indro Bagus SU – detikFinance
Jakarta – Dicerca anggota Dewan karena dinilai lemah pengawasannya dalam kasus Bank Century, Bank Indonesia akhirnya angkat suara. Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah mengakui bahwa BI memang lalai.
“Terima kasih atas masukannya. Kami memang lalai dan manusia itu kan bisa lalai,” ujar Deputi Gubernur BI, Siti Fadjrijah dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/2/2009). Rapat kali ini memang membahas mengenai masalah seputar Bank Century.
Pernyataan tersebut dilontarkan menanggapi tekanan anggota dewan terhadap kelalaian BI menjalankan pilar ke 6 Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tentang perlindungan dana nasabah.
Mendengar alasan yang dilontarkan Siti Fadjrijah, anggota dewan pun semakin geram dan kembali memberikan tekanan keras.
“BI itu bank sentral. Alasan manusia bisa lalai tidak dijadikan bantalan. Ini menyangkut kepentingan perlindungan nasabah. Kalau bank sentral saja tidak bisa menjamin, siapa yang mau taruh dana di bank?,” tegas Anggota Komisi XI, Melchias Mekeng.
Menerima tekanan yang begitu keras, Siti Fadjrijah pun tak mampu lagi memberikan penjelasan selain mengakui kalau BI telah lalai melaksanakan tugasnya.
“Kami memang tidak mengetahui adanya pemasaran produk tersebut oleh BCIC. Kami kalah cepat,” ujarnya.
Anggota dewan yang tidak puas mendengar tanggapan tersebut, kembali memberikan tekanan keras.
“Masak tidak tahu kalau produk tersebut dipasarkan selama 4 tahun. Masak BI sebagai bank sentral yang tugasnya mengawasi kebobolan selama 4 tahun?” ujar Anggota Komisi XI Drajad Wibowo.
Hingga saat ini RDPU masih berlangsung panas. Pembahasan pun sedikit keluar dari agenda dan terkesan ngalor ngidul.
Kritikan pedas sebelumnya antara lain disampaikan Rama Pratama yang menilai BI dan Bapepam-LK sering saling melempar tanggung jawab. Termasuk dalam penyelesaian masalah Bank Century dan PT Antaboga Delta Sekuritas.
Sementara Dradjad Wibowo menuding BI telah gagal melaksanakan pilar Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Tugas BI melindungi kepentingan nasabah dinilai tidak berjalan. Jika diibaratkan, BI tidak melakukan upaya pencegahan tapi menunggu terjadinya kebakaran dulu.
(dro/qom)
Sumber : detik.com
29-01-2009 17:11
Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) menggenjot para calegnya untuk berjuang mendapat kursi di DPR dan DPRD. Dia merangsang para calegnya dengan imbalan yang luar biasa. Untuk caleg DPR yang bisa mencapai suara melebihi bilangan pembagi pemilih (BPP), SB memberi bonus Rp 5 miliar.
Bagi caleg untuk DPRD yang bisa mencapai BPP juga akan diberi bonus. Bagi DPRD Provinsi, SB akan memberi bonus Rp 1 miliar. Sedangkan untuk DPRD Kabupaten/Kotamadya akan diberi bonus Rp 250 juta.
“Itu bonus buat kerja kader. Tidak apa-apa jual tanah dan mobil sendiri,” ujar dia di hadapan jajaran DPW PAN Jabar di Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, Selasa (20/1/2009).
Pada kesempatan itu, SB juga menyatakan bahwa hasil polling internal, PAN menduduki posisi ketiga di tiap daerah pemilihan secara nasional. SB merinci di pulau Jawa, PAN menargetkan 15 kursi dari Jabar, Jawa Tengah sebanyak 12 kursi dan Jawa Timur dan Madura sebanyak 15 kursi. Sisanya dari luar pulau Jawa. “Kami sudah yakin mendapat jatah kursi sebanyak itu,” ujar SB.
Dalam kunjungan ke Jawa Barat, Soetrisno bertemu dengan beberapa pimpinan ormas Islam. Pertemuan itu untuk menjaring dukungan suara di Jawa Barat. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, PAN dibantu dengan adanya kader PAN yang menjadi bupati. “Misi kami menebar bakti. Dukungan akan kami dapat,” kata dia optimistis.
Filed under: Uncategorized
Senin, 02/02/2009 11:49 WIB
Pilgub Jatim
PAN: KarSa Merancang Kemenangan Bukan Kekalahan
Irawulan – detikSurabaya
Surabaya – Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur sebagai pengusung pasangan calon gubernur Soekarwo dan Saifullah Yusuf (KarSa) membantah tudingan KaJi yang menyatakan KarSa tidak siap kalah dalam coblosan ulang di Madura. Dalam komentarnya, Kaji menyatakan orang yang tidak siap kalah adalah orang yang menggunakan segala cara untuk kemenangannya.
“Kita memang merancang kemenangan, bukan merancang kekalahan. Dan merancang kemenangan dengan sistematis dan terstruktur,” ujar Ahmad Rubai, Manager Kampanye pasangan KarSa kepada wartawan di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (2/2/2009).
Menurut Ahmad Rubai, hasil coblosan dan penghitungan ulang di Pulau Madura adalah hasil final. Karena, pasangan yang didukungnya sudah melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan sikap kenegaraan, dan tetap menjalankannya walau hasil pilgub putaran kedua dianulir.
“Sebagai partai pengusung hasil pilgub lanjutan dan direkapitulasi penghitungan suara dan ditetapkan oleh KPUD Jatim sudah final,” kata Ahmad Rubai.
Namun, Ahmad Rubai yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur menghargai gugatan yang diajukan oleh KaJi ke MK. Karena mengajukan gugatan adalah hak warga negara.
“Itu hak semua warga negara, kita menghargai itu. Kita menunggu keputusan MK bagaimana kelanjutan gugatan KaJi,” tuturnya.
Kedepan tambah pria asal Sampang, Madura ini, Soekarwo dan Saifullah Yusuf harus bisa merangkul Khofifah dan Mudjiono untuk membangun Jawa Timur. Khofifah kata pengurus PAN Jatim ini punya potensi yang besar.
“Pak Karwo dan Gus Ipul harus merangkul Bu Khofifah untuk membangun Jawa Timur. PAN dan Demokrat sudah menempatkan keduanya sebagai pemimpin Jawa Timur. Keduanya bukan gubernur partai, tapi gubernur rakyat,” tandasnya.
(bdh/bdh)
Filed under: BLOG
Seorang manusia yang dalam penciptaan-Nya, laki-laki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa diciptakan sedemikian rupa adalah untuk saling mengenal. terutama kenali dulu diri kita, karena ternyata ada sesuatu yang sangat mendasar yang harus kita kenal dalam diri kita…??
Bebas memilih atau kebebasan memilih adalah kekayaan yang tak ternilai, bebas menentukan pilihan untuk masa depan, termasuk kebebasan suatu negara untuk menentukan masa depan bagi rakyatnya.Negara tidak lagi dijajah oleh kekuasaan asing, tidak lagi ada campur tangan negara-negara luar yang mengobok-obok kemerdekaan kita, sehingga kita memiliki kebebasan untuk menentukan segala sektor kehidupan kita, baik dari segi pertumbuhan ekonomi, pengembangan budaya, penegakan hukum, pertahanan dan keamanan, sosial, politik, serta corak pendidikan kita dan lain lain.Dengan catatan tentu kebebasan yang membawa perbaikan taraf hidup, kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh penduduk negeri, itu yang kita harapkan… semoga.


